Kebiasaan Sehari-hari yang Memicu Resiko Kanker

Posted on December 15, 2016 in category Air Purifiers, Dehumidifier, Health & Hygiene, Health/Pollution Facts, Lab Tests

Kasus kanker di dunia kian meningkat. Sebagian besar dari kita sadar beberapa penyebab yang meningkatkan risiko kanker, seperti merokok atau faktor keturunan. Di sisi lain, ada beberapa kebiasan sehari-hari yang tampaknya tak berbahaya, namun dapat meningkatkan risiko kanker. Berikut ini daftar beberapa kebiasaan sehari-hari yang berpotensi menyebabkan kanker dan harus Anda hindari.

Kosmetik

Meski sebagian besar kosmetik telah lulus dari berbagai tes keamanan, ada beberapa kosmetik yang mengandung bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko kanker. Misalnya, studi pada 2008 menemukan bahwa logam berat pada kosmetik dapat diserap tubuh melalui kulit, dan lama kelamaan dapat menyebabkan masalah kesehatan, termasuk kanker.

Douching

Douching merupakan metode untuk membilas atau mencuci vagina dengan cara menyemprotkan cairan berupa campuran air dan cuka ke dalam vagina. Sebuah studi terbaru menemukan douching dapat meningkatkan risiko kanker ovarium dua kali lipat. Selain itu, studi sebelumnya juga menemukan hubungan antara douching dan kanker serviks.

Salah Penggunaan Tabir Surya

Sebagian orang mungkin paham akan pentingnya penggunaan berulang tabir surya untuk mencegah perkembangan kanker kulit. Namun, ada sebagian orang yang meremehkan pentingnya mengulang pemakaian tabir surya. Menurut Skin Cancer Foundation, jika Anda berencana menghabiskan waktu lama berada di bawah paparan sinar matahari, tabir surya harus dipakai berulang tiap dua jam sekali.

Minum Alkohol

Mengkonsumsi minuman beralkohol terkait dengan risiko besar beberapa jenis kanker. Di antaranya kanker mulut, esofagus, faring, hati, usus besar, rektum dan payudara. Semakin banyak Anda mengkonsumsi minuman beralkohol, semakin meningkat pula risiko kankernya.

Tidur dekat ponsel

Meletakkan ponsel dekat dengan posisi Anda tidur bisa menyebabkan kanker, karena adanya emisi radiasi. Hal ini juga meningkatkan risiko kanker payudara dan tumor otak.

Duduk terlalu lama

Hasil studi American Institute untuk penelitian tentang kanker menunjukkan bahwa orang yang duduk terlalu lama, memiliki risiko tinggi mengembangkan peradangan pada organ perut bagian bawah. Jika terus dibiarkan, bisa menjadi penyebab kanker. Selain itu, duduk selama berjam-jam menyebabkan berkurangnya aktivitas fisik yang dapat meningkatkan risiko kanker endometrium dan kanker kolorektal.

Berjalan di Perempatan Traffic Light

Tahukah Anda bahaya dari asap kendaraan memiliki akibat yang sangat buruk buat kesehatan. Tidak hanya gangguan pernapasan, asap kendaraan juga meningkatkan resiko kematian akibat serangan jantung dan kanker paru-paru. Mikro partikel yang kasat mata bisa terhirup saat Anda bernapas dan partikel tidak baik ini bisa masuk ke dalam darah, jantung bahkan otak. [EFB/Higienis Indonesia]

Leave a Reply

Required

Required, will not be published