- 🔥 Kebakaran mobil listrik mudah viral karena visualnya dramatis, teknologinya masih dianggap baru, dan videonya mudah diingat.
- 📊 Data yang dikutip IEEE Spectrum menunjukkan kendaraan berbahan bakar bensin tercatat lebih sering terbakar dalam beberapa dataset, meski angka perbandingan dapat berbeda menurut negara dan metode pencatatan.
- 🧠 Fenomena ini disebut availability heuristic atau bias ketersediaan. Kita cenderung menilai risiko dari contoh yang paling mudah diingat, bukan dari skala bahayanya.
- 🌫️ Polusi udara tidak memiliki satu momen dramatis, tetapi dikaitkan dengan 8,1 juta kematian secara global pada 2021.
- 🏠 Kualitas udara kota sulit dikendalikan secara individual, tetapi paparan di dalam rumah dapat dikurangi melalui pengendalian sumber, ventilasi, dan filtrasi yang sesuai.
Anda mungkin pernah melihat video mobil listrik terbakar di basement, di pinggir jalan, atau saat sedang diparkir. Dalam hitungan jam, rekaman itu berpindah dari satu akun ke akun lain, memicu utas panjang, analisis spontan, dan komentar seperti, "makanya saya belum berani beli mobil listrik."
Sekarang coba jawab dari ingatan: kapan terakhir kali Anda melihat video mobil bensin terbakar? Bukan karena peristiwanya tidak pernah terjadi. Justru karena terlalu biasa, kebakaran mobil bensin sering tidak lagi dianggap layak diberitakan.
Kenapa Kebakaran Mobil Listrik Selalu Viral?
Mobil listrik memenuhi hampir semua unsur yang membuat sebuah peristiwa mudah viral: teknologinya relatif baru, apinya terlihat dramatis, videonya mudah direkam, dan banyak orang belum memahami cara kerja baterainya. Ketika sesuatu masih terasa asing, satu insiden dapat terlihat seperti bukti bahwa seluruh teknologinya berbahaya.
Sementara itu, kendaraan bensin sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari selama puluhan tahun. Kebakarannya tetap berbahaya, tetapi tidak lagi mengejutkan. Yang berbeda bukan hanya jenis kendaraannya, melainkan tingkat kebaruan dan perhatian yang diberikan media.
Apakah Mobil Listrik Lebih Mudah Terbakar daripada Mobil Bensin?
Jawabannya tidak sesederhana satu video viral. Dalam kompilasi data Amerika Serikat yang dikutip IEEE Spectrum, kendaraan berbahan bakar bensin tercatat sekitar 1.530 kebakaran per 100.000 kendaraan terjual, sedangkan kendaraan listrik murni sekitar 25 per 100.000 kendaraan terjual. Perbandingan tersebut menghasilkan selisih sekitar 60 kali.

Kebakaran baterai mobil listrik memang mempunyai karakter berbeda. Ketika terjadi thermal runaway, api dapat sangat panas, sulit dikendalikan, dan berpotensi menyala kembali. Jadi, lebih jarang terjadi tidak berarti mudah ditangani. Namun, tingkat kesulitan pemadaman dan frekuensi kejadian adalah dua hal yang berbeda.
Bias Ketersediaan: Kenapa Risiko Viral Terasa Lebih Besar?
Pada 1973, psikolog Amos Tversky dan Daniel Kahneman menjelaskan kecenderungan manusia menilai kemungkinan suatu peristiwa berdasarkan seberapa mudah contohnya muncul dalam ingatan. Kecenderungan ini dikenal sebagai availability heuristic atau bias ketersediaan.
Otak kita tidak selalu membuka tabel statistik sebelum menyimpulkan apakah sesuatu berbahaya. Otak mencari contoh. Kalau contohnya jelas, dramatis, dan baru saja muncul berkali-kali di linimasa, risikonya terasa besar. Kalau bahayanya terjadi perlahan, tanpa video, dan tanpa satu momen yang mudah ditunjuk, risikonya terasa kecil.
Peristiwa sering masuk berita justru karena langka.
Sebuah peristiwa masuk berita justru karena ia langka. Kalau sering terjadi, sudah bukan berita lagi."
____________________
Baca sekali lagi. Artinya, daftar bahaya yang paling sering kita dengar — pada dasarnya — adalah daftar bahaya yang paling jarang terjadi.
Berita bukan menunjukkan apa yang paling sering terjadi. Berita menunjukkan apa yang paling menarik perhatian. Dan tanpa sadar, kita memakai daftar keanehan itu untuk mengambil keputusan tentang kesehatan kita sendiri.
Mobil Listrik Terbakar Viral, Polusi Udara Tidak
Di sinilah perbandingannya menjadi penting. Sebuah mobil listrik terbakar mempunyai api, asap, rekaman CCTV, lokasi, dan waktu kejadian yang jelas. Polusi udara tidak mempunyai satu momen serupa. Tidak ada satu detik ketika seseorang dapat menunjuk layar dan berkata, "di sinilah dampaknya dimulai."

Baca Juga: Bukan Knalpot, Tapi Ban Mobil yang Bisa Jadi Sumber Polusi Berikutnya – Higienis Indonesia
Mobil listrik terbakar menjadi cerita tentang satu kendaraan pada satu waktu. Polusi udara adalah paparan kecil yang terjadi berulang kali, melalui ribuan tarikan napas setiap hari. Karena berlangsung pelan dan tersebar, bahayanya jauh lebih sulit menjadi viral—meskipun skala dampaknya jauh lebih besar.
Bahaya Polusi Udara yang Jarang Disadari
Laporan State of Global Air 2024 dari Health Effects Institute mengaitkan polusi udara dengan 8,1 juta kematian di seluruh dunia pada 2021. Polusi udara berada di posisi kedua sebagai faktor risiko kematian global, hanya di bawah tekanan darah tinggi.

Angka tersebut tidak muncul sebagai satu ledakan atau satu berita utama. Dampaknya tersebar dalam penyakit jantung, stroke, diabetes, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis, serta gangguan kesehatan lain yang berkembang dalam waktu panjang. Itulah sebabnya polusi udara dapat menjadi salah satu ancaman terbesar sekaligus salah satu yang paling mudah diabaikan.
Dampak PM2.5 bagi Kesehatan Tidak Berhenti di Paru-Paru
PM2.5 adalah partikel berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer—jauh lebih kecil daripada lebar rambut manusia. Ukurannya memungkinkan partikel masuk hingga bagian terdalam paru-paru dan berkontribusi terhadap efek kesehatan di berbagai organ.
Karena itu, dampak polusi udara tidak hanya berupa batuk atau sesak. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular, stroke, gangguan metabolik, kanker paru, serta memburuknya kondisi pernapasan yang sudah ada.

Polusi Udara Jakarta: Seberapa Buruk Kondisinya?
Masalah ini bukan hanya terjadi di negara lain. Artikel Higienis sebelumnya merujuk data Laboratorium Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang mencatat rata-rata konsentrasi PM2.5 tahunan sebesar 46,1 µg/m³. Angka tersebut berada sekitar tiga kali di atas baku mutu nasional 15 µg/m³ dan lebih dari sembilan kali panduan tahunan WHO 5 µg/m³.
Sebuah studi yang dibahas dalam artikel asli juga memperkirakan lebih dari 10.000 kematian dini dan lebih dari 5.000 rawat inap per tahun di Jakarta dapat dikaitkan dengan kualitas udara kota. Dampak sebesar itu jarang menerima perhatian yang setara dengan satu video kebakaran kendaraan.

Yang Paling Banyak Masuk ke Tubuh Justru Jarang Kita Perhatikan
Kita membaca label gizi. Kita memilih beras. Kita memasang filter air di dapur, mengganti kartrid tepat waktu, dan curiga pada air isi ulang.
Sekarang timbang apa yang benar-benar masuk ke tubuh orang dewasa dalam sehari.

Sekali lagi, ini bias ketersediaan. Makanan basi menghasilkan gejala dalam hitungan jam — pengalaman yang mudah diingat, jadi kita waspada. Udara buruk menghasilkan gejala dalam hitungan dekade — tidak ada momen, tidak ada ingatan, jadi tidak ada kewaspadaan.
Dampak Polusi Udara dalam Ruangan Sering Terlupakan
Banyak orang memandang polusi sebagai persoalan di jalan raya. Padahal, orang menghabiskan sekitar 90% waktunya di dalam ruangan. Udara luar tetap dapat masuk melalui pintu, jendela, dan celah bangunan, lalu bercampur dengan sumber polutan dari aktivitas di dalam rumah.
Menggoreng, asap rokok, dupa, lilin, semprotan pembersih, debu yang terangkat kembali, jamur, dan tungau dapat memengaruhi kualitas udara dalam ruangan. Artinya, rumah bukan ruang yang otomatis terlindungi hanya karena pintunya tertutup.
Cara Mengurangi Paparan Polusi Udara di Rumah
1. Kendalikan sumber polutan: Hindari merokok di dalam rumah, kurangi pembakaran dupa atau lilin, dan gunakan produk semprot seperlunya.
2. Gunakan ventilasi secara tepat: Nyalakan exhaust saat memasak dan buka ventilasi ketika kondisi udara luar memungkinkan.
3. Jaga kebersihan ruangan: Kurangi debu, bersihkan permukaan secara berkala, dan kendalikan kelembapan agar jamur serta tungau tidak berkembang.
4. Gunakan filtrasi sesuai kebutuhan: Air purifier dengan performa CADR yang sesuai ukuran ruangan dapat membantu menurunkan partikel udara secara berkelanjutan.

Mulai dari udara yang paling dekat dengan Anda
Anda tidak dapat mengendalikan seluruh kualitas udara kota dalam satu malam. Namun, udara di kamar tidur, ruang keluarga, atau ruang kerja dapat dikelola setiap hari. Higienis Indonesia menghadirkan air purifier Blueair dengan teknologi HEPASilent™ untuk membantu mengurangi partikel udara secara konsisten, dengan pilihan kapasitas yang dapat disesuaikan dengan ukuran ruangan.
Pelajari pilihan Blueair berdasarkan kebutuhan ruangan—tanpa melupakan bahwa pengendalian sumber dan ventilasi tetap menjadi langkah utama.
Besok, linimasa mungkin sudah berpindah ke berita sensasional berikutnya. Namun, udara yang kita hirup tidak ikut berpindah. Kebakaran mobil listrik menarik perhatian karena terlihat. Polusi udara perlu mendapat perhatian justru karena dampaknya berlangsung tanpa terlihat.
Sumber:
Extinguishing the EV Battery Fire Hype - IEEE Spectrum
Aktivis Nilai Polusi Udara Jakarta Sudah Masuk Fase Kronis | tempo.co
1 in 8 deaths now attributed to air pollution globally - Clean Air Fund
Catatan editorial: Artikel ini bersifat edukatif. Data perbandingan kebakaran kendaraan dapat berbeda menurut negara, usia armada, definisi insiden, dan metode pencatatan. Angka harus dibaca bersama konteks sumbernya.




